Ketidak berhasilan dalam proses belajar
mengajar dalam mencapai ketuntasan bahan tidak dapat dikembalikan kepada hanya pada satu faktor akan tetapi kepada banyak
faktor yang terlibat
dalam proses belajar mengajar.
Faktor
yang dapat kita persoalkan adalah siswa yang belajar, jenis kesulitan yang dihadapi siswa dan kegiatan yang terlibat dalam
proses.
Yang penting dalam kegiatan proses diagnosis
kesulitan adalah menemukan letak kesulitan dan jenis kesulitan yang dihadapi
siswa agar pengajaran perbaikannya(learning corrective) yang dilakukan dapat
dilaksanakan secara efektif.
Bila telah ditemukan bahwa sejumlah siswa
tidak memenuhi kriteria persyaratan ketuntasan yang telah ditetapkan,kegiatan
diagnosis terutama harus ditujukan kepada
:
v
Bakat yang dimiliki siswa yang berbeda antara
yang satu dari yang lainnya.
v
Ketekunan dan tingkat usaha yang dilakukan
siswa dalam menguasai bahan yang dipelajarinya.
v
Waktu yang tersedia untuk menguasai ruang
lingkup tertentu sesuai dengan bakat siswa yang sifanya individual dan usaha
yang dilakukannya
v
Kualitas pengajaran yang tersedia yang dapat
sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan serta karakteristik individu.
v
Kemampuan siswa untuk memahami tugas-tugas
belajarnya.
v
Tingkat dari jenis kesulitan yang diderita
siswa sehingga dapat ditentukan perbaikannya apa cukup dengan mengulang dengan
cara yang sama mengambil alternatif kegiatan lain melalui pengajaran remedial.
Jelaslah sudah kedudukan diagnosis adalah dalam menemukan letak
kesulitan belajar siswa dan menentukan kemungkinan cara mengatasinya dengan
memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan belajar.

Tidak ada komentar:
Write komentar