0852-5712-4644

CALL/SMS

Ruang Lingkup Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar

Posted by   on Pinterest



1.    Tujuan bimbingan di sekolah dasar

Peranan sekolah dasar pada pokoknya berada pada dalam bidang bimbingan intelektual dan meletakan faktor- faktor sikap dan psikomotor sebagai dasar dan tujuan pengembangan antelektual atau kegiatan belajar, peran demikian berarti sekolah dasar menyiapkan pengalaman belajar agar kemampuan intelektual anak dapat berkembang optimal, yang ditunjang oleh sikap dan psikomotor yang dalam prosesnya dan menghasilkan kepintaran, sikap dan ketrampilan yang diharapakan.
oleh karena bimbingan harus menunjang proses belajar mengajar, maka logisnya tujuan utama bimbingan disekolah dasar adalah membantu anak agar dapat mencapai kemajuan belajar optimal dalam optimal dalam kelas khususnyanya, dan mengadakan penyesuain- penyesuaian dalam kehidupan sekolah. Secara agak terperinci, bimbingan membantu anak agar dapat :

a.    Menguasai bahan belajar tuntutan kurikuler.
b.    Membuat pilihan dan menetukan bahan belajar yang cocok.
c.    Memiliki sikap pandangan belajar yang mendukung.
d.   Mempunyai pola- pola belajar  yang mendukung.
e.    Memililh teman bergaul, dan membentuk kelompok- kelompok belajar yang serasi.
f.     Mengadakan penyesuaian hidup berkelompok yang menunjang belajar
g.    Memecakan masalah- masalah belajar yang dialaminya



2.    Asas Bimbingan di Sekolah Dasar

a.    Asas perbedaan individual

Usia anak- anak yang belajar di sekolah dasar memang relatif sama untuk tiap jenjang kelas, usia anak sekelas tidak jauh perbedaannya antar anak satu dengan lainya. Akan tetapi terdapat perbedaan lain yang menonjol yang justru prinsip sikapnya bagi praktek- praktek bimbingan. Anak dalam usia sama, bolej jadi seorang lambat ppertumbuhan fisiknya tetapi cepat perkembangan mentalnya, sedangkan yang lain mungkin sebaliknya. Seorang anak mungkin mungkin mengalami pertumbuhan fisik yang berimbang dengan perkembangan mentalnya. Tetapi pertumbuhan dan perkembangan majunya itu lambatdibandingkan teman- teman seusianya.

            Penelitian menunjukan bahwa, dalam periode akhir masa kanak- kanak ini, wanita lebih cepat matang seksual dibanding lpria. Variasi lain : kelompok anak- anak yang pernah mendapat pengalaman taman kanak- kanak lebih mudah mengadakan penyesuain dibandingkan dengan mereka yang baru menginjak sekolah.

Atas keragaman itulah, maka asas perbedaan individual mendapat prioritas perhatian bimbingan sekolah dasar.

b.    Asas dorongan untuk menjadi matang

Salah satu kesamaan menonjol anak- anak usia sekolah dasar adalah (bahwa) setiap anak mempunyai dorongan untuk menjadi matang , aktif dan produktif. Setiap anak normal usia sekolah dasar terdapat semacam pendorong dari dalam diri mereka untuk berbuat dan bertindak maju. Mereka menunjukan keaktifannya dengan kesukaan melakukan penyelidikan dan umumnya suka menciptakan hasil- hasil yang dibaginya di antara teman- teman seusia (terutama sejenis kelamin). Ada kecendrungan mengumpulkan sesuatu yang menarik sesuai dengan usianya itu, semisal perangko atau bungkus rokok, dan mereka bertaruh menonjolkan prestasinya. Kesemua dorongan dan kesukaan ini akan mengantarkan anak menuju kematangannya. Atas alasan inilah, maka atas dorongan menjadi matang mendapat prioritas perhatian bagi praktek bimbingan sekolah dasar.

c.    Asas masalah dan dorongan menyelesaikan masalah

Sesunggunya semua orang mempunyai masalah, tetapi dalam usia sekolah dasar anak mulai dihadapkan dengan masalah yang lebih serius dibanding usia lalu. Terdapat dua kutub yang menimbulkan masalah pokok disini. Kutub pertama adanya tuntutan kasih sayang dan perhatian, serta dorongan kuat anak untuk mendapatkan kebebasan dan berinisiatif terutama dalam belajar. Kutub kedua adalah adanya tuntutan akan tanggung jawab dan disiplin anak dalam belajar dan bertingkahlaku sebagai harapan sekolah. Oleh karena kutub kedua dirasaan menghambat kutub pertama maka anak dapat mengalami frustasi,kasih sayang, perhatian, dan kebebasan berinisiatif dalam belajar tidak ajeg didapatkan anak. Masalah lain dialami anak dalam usia lebih lanjut. Menjelang akhir masa sekolah dasar ini, sebagian anak mengalami masalah yang bersangkutan dengan kesiapan intelektual menghadapi ujian akhir, yang juga bertumpang tindih dengan kegonjangan- kegonjangan akibat perkembangan seksual.

Sesuatu hal yangmendukung terhadap usah mengatasi masalah- masalah tadi adalah bahwa dalam diri setiap anakterdapat keinginan- keinginan untuk keluar dari masalah dan menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Karena itulah, dikatakan bahwa bimbingan sekolah dasar banyak memperhatikan asaa ini- tentu saja tidak mengabaikan asas- asas lain.



3.    Sifat dan Fungsi Bimbingan di Sekolah Dasar    

a.    Sifat

1)   Sifat pengembangan dan pencegahan

Sifat ini prioritas pertama pada bimbingan di sekolah dasar. Dengan memperhatikan asa perbedaan individual dan adanya dorongan anak untuk menjadi matang, bimbingan berusaha mengembangkan kemampuan intelektual dan sosial anak mencapai hasil maksil.
Kedua asas tadi diperhatikan pula dalam mencegah terjadinya kesulitan- kesulitan belajar dan penyesuaina pribadi/sosial anak yang memungkinkan menghambat proses belajarnya

2)   Sifat penyembuhan

Sifat ini mendapat prioritas kedua, sebab disamping kuantitas anak yang mengalami kesulitan kurang besar dibandingkan dengan anak yang perlu dikembangkan (semua anak) juga kesulitan- kesulitan mendesak umunya terjadi pada periode terakhir masa sekolah dasar.

b.    Fungsi

1)   Fungsi bimbingan Adaptif

Ini merupakan fungsi bimbingan yang diutamakan, pembimbing membantu siswa melalui adaptasi pendekatan, metode, dan media mengajar guru dengan mempertimbangkan aspek- aspek perbedaan individual yang  terpadu dengan tuntutan kelembagaan.


2)   Fungsi penyesuaian

Fungsi ini agaknya menduduki prioritas kedua, yaitu kegiatan membantu murid mengadakan penyesuaian terhadap tuntutan kurikulum, peraturan- peraturan, serta kondisi dan situasi sosial sekolah.

3)   Fungsi penyaluran

Funsi ini nampaknya dalam kegiatan membantu murid terkait dengan kelompok- kelompok belajar, promosi, dan non promosi, serta kelanjutan studi.

4.    Jenis dan Bentuk Bimbingan di Sekolah Dasar

a.    Jenis

1)   Bimbingan studi

Dengan memperhatikan tujuan bimbingan sekolah dasar tampa ragu- ragu, dapat dikatakan bahwa jenis bimbingan studi mendapat prioritas pertama,dan utama dan menjadi pusat kegiatan bimbingan pada sekolah dasar.

2)   Bimbingan pribadi dan sosial

Bimbingan pribadi dan sosial ditempatkan sebagai penunjang dan mengelilingi bimbingan studi. Ini berarti bahwa dalam mengadakan bimbingan pada anak sekolah dasar, perhatian lebih besar dicurakan pada hal- ikhwal belajar anak-  baik pada bimbingan yang bersifat pengembangan, pencegahan atau penyembuhan. Dalam pada itu , aspek- aspek pribadi dan sosial anak ditinjau dan dipertimbangkan kemungkinan pengaruhnya dalam mendukung atau menghambat proses belajar anak.

3)    Bimbingan jabatan

Bimbingan jabatan tak dapat diabaikan, ini merupakan pendampingan bimbingan studi. Ini selaras dengan tahap perkembangan jabatan anak yang perlu mendapat pemupukan bagi pertumbuhannya. Relevan diperhatikan disini bahwa perkembangan jabatan individu berlangsung dalam proses yang panjang. Pada kelas rendah sekolah dasar, anak berada dalam tahap fantasi,tahap identification, atau tahap pertumbuhan dalam sub tahap fantasi. Implikasi bimbingan anak kelas rendah sekolah dasar adalah perlunnya penyaluran- peyaluran perkembangan jabatan tadi, antara lain, melalaui permainan- permainan kelompok atau bermain peran. Pada kelas tinggi sekolah dasar, anak telah menginjak tahap tentatip sub- tahap pemilihan berdayarkan faktor obyektif, mulai mempelajari tanggung jawab dan penataan pandangan tentang dunia kerja, atau tahap pertumbuhan minat dan kemampuan kearah dunia kerja. Implikasi bimbingannya adalah perlunya informasi- informasi realistik dan obyektif tentang dunia kerja bagi anak- anak kelas tinggi sekolah dasar.

b.    Bentuk

1)   Bimbingan tidak langsung dan bimbingan langsung

Dengan memperhatikan bahasan diatas (tujuan, sifat, fungsi dan jenis) bimbingan sekolah dasar jelas kiranya bahwa bentuk tidak langsung lebih efisien dan efktif dibanding bentuk lansung

2)   Bimbingan kelompok dan individu

Bentuk bimbingan kelompok lebih baik banyak dilibatkan dari pada bimbingan individual


5.    Bidang Bimbingan di Sekolah Dasar

a.    Bimbingan Pribadi

Dalam bidang bimbingan pribadi, pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa SS menemukan dan memahami serta mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap tuhan yang maha esa, mandri, aktif, kreatif serta sehat jasmani rohani. Bidang bimbingan ini meliputi pokok- pokok materi berikut :

1)   Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2)   Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan- kegiatan yang kreatif dan produktif, baik dalam kehidupan sehari- hari di Sekolah, maupun perannya untuk di masa depan
3)   Pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan- kegiatan yang kreatif dan produktif
4)   Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri sendiri dan usaha penanggulangannya
5)   Pengembangan kemampuan mengambil keputusan sederhana dan mengarakan diri
6)   Perencanaan serta penyelenggaraan hidup sehat

b.    Bimbingan Sosial

Dalam bidang sosial, pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa SD dalam proses sosialisasi untuk mengenal dan berhubungan  dengan lingkungan sosial yang dilandasi budi pekerti luhur dan rasa tanggung jawab. Bidang bimbingan ini memuat pokok- pokok materi berikut:
1)   Pengembangan kemampuan berkomunikasi baik melalui ragam lisan maupun tulisan secara efektif
2)   Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat dengan menjunjung tunggi tata krama, sopan santun serta nilai- nilai agama, adat, perarturan dan kebiasaan yang berlaku
3)   Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis serta produkttif dengan teman sebaya
4)   Pengenalan dan pemahaman perarturan dan tuntutan sekolah, rumah dan lingkungan, serta kesadaran untuk melaksankannya.

c.    Bimbingan belajar

Bidang bimbingan belajar, pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa SD mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan dan ketrampilan, serta meyiapkannya untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Bidang bimingan ini memuat pokok – pokok materi berikut :

1)   Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk mencari informasi dari berbagai sumber belajar, bersikap terhadap guru dan nara sumber lainnya, mengikuti pelajaran sehari- hari, mengerjakan tugas, mengembangkan ketrampilan belajar, dan menjalani program penilaian
2)   Pengembangan disiplin belajar dan berlaltih, baik secara mandiri maupun kelompok
3)   Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi pelajaran di SD
4)   Orientasi belajar di Sekolah lanjutan Tingkat Pertama




d.   Bimbingan karier

Dalam bidang bimbingan karier, pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa SD mengenali dan mulai mengarakan diri untuk masa depan karier. Bidang bimbingan ini memuat pokok- pokok materi berikut :

1)   Pengenalan awal terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup
2)   Pengenalan, orientasi dan informasi karier pada umunya secar sederhana
3)   Pengenalan dan pemahaman diri secara awal berkenaan dengan kecendrungan karier yang hendak di kembangkan
4)   Orientasi dan informasi sederhana terhadap  pendidikan yang lebih tinggi, khususnya dalam kaitannya dengan karier yang hendak dikembangkan

Catatan :

Bimbingan karier di SD merupakan kegiatan yang paling awal dan mendasar bagi pengembangan karier secara menyeluruh sepanjang hayat. Materi bimbingan karier yang diberikan pada tingkat ini bersifat umum dan tidak mengarah pada jenis- jenis jabatan atau pekerjaan tertentu. Pemberian materi bimbingan karier untuk siswa- siswaaaaa SD pada umunya dimaksud untuk :

·         Mengembangkan sikap positif terhadap segalah jenis pekerjaan. Dalam hal ini Guru Kelas harus benar- benar berhati- hati. Jangan sampai melalui kata, isyarat atau tindakan, Guru Kelas menunjukan atau menampilkan prasangka ataupun kecendrungan tertentu terhadap jenis- jenis pekerjaan (misalnya tertentu disikapi posotif, sedang yang lain disikapi negatif).
·         Membawa para siswa untuk menyadari betapa luasnya dunia kerja yang ada , terentang dari pekerjaan  yang dijabat orang tua anak-anak itu sendiri sampai kesegala macam pekerjaan di masyarakat luas.
·         Menjawab berbagai pertanyaan para siswa tentang pekerjaan, dorongan ingin tahu anak- anak akan membawa mereka menanyakan  segala sesuatu tentang pekerjaaan. Dalam hal ini jawaban atau informasi yang tepat dan benar (tidak dibuat- buat atau disamarakan) harus segeradiberikan setiap waktu mereka bertanya.
·         Menekankan jasa dari masing- masing jennis pekrjaan, yaitu untuk kesejatraan hidup rumah tangga dan masyarakat (tidak hanya mengemukan besaran gaji atau penghasilan diperoleh melalui pekerjaan itu) perlunya bakat atau kemampuan atau ketrampilan khusus untuk jenis- jenis pekerjaan tertentu, terutama pekerjaan yang bermaanfaat bagi pemberian bantuan kepada sesama manusia, hendaklah disampaikan dan ditonjolkan.

Informasi pekerjaan untuk siswa kels tinggi SD perlu diperluas dan diperkuat. Hal ini bertujuan agar mereka memahami bahwa :

·         Pekerjaan  ada di mana- mana, di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, negara, dan bahkan dunia. Pada tingkat perkembangan itu siswa mulai membandingkan pekerjaan- pekerjaan yang ada di desa dan di kota, di daerahnya sendiri dan di daerah lainnya. Siswa dirangsang untuk mulai menyadari bahwa ada seribu satu macam cara yang dilakukan oleh manusia untuk mencari penghidupan dan memenuhi kebutuhan hidupnya melalui jenis pekrjaan.
·         Terdapat saling ketergantungan antara pekerjaan yang satu dengan yang lainnya. Pada diri siswa perlu di kembangkan bahwa untuk terlaksannya suatu pekerjaan dengan baik, para pekerja saling terkait antara satu dengan yang lainnya, oleh karenanya para pekerja itu harus saling membantu dan bekerja sama.
·         Baik kemampuan khusus maupun ciri- ciri kepribadian tertentu diperlukan untuk mencapai keberhasilan (kesuksesan) bagi sebagian besar jenis pekerjaan.
·         Untuk memilih suatu pekerjaan diperlukan informasi yang tepat (yaitu tentang hakekat pekerjaan itu sendiri, latihan yang diperlukan, kondisi kerja, dsb).
·         Ada berbagai masalah yang mungkin dihadapi oleh orang- orang yang mengiginkan pekerjaan tertentu (seperti peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan itu mahal, seperti biaya untuk biaya program pendidikan dan latihan mahal dan waktunya lama, kondisi kerja dalam pekerjaan itu kurang meyenangkan dsb).
·         Untuk memilih pekerjaan atau karier di masa depan perlu kehati- hatian dan pertimbangan yang matang














Lama Witak

About Lama Witak

Peace and Love

Tidak ada komentar:
Write komentar

AYO BERKOMENTARLAH

Join Our Newsletter