1. Tujuan bimbingan di sekolah dasar
Peranan sekolah dasar pada pokoknya berada pada dalam
bidang bimbingan intelektual dan meletakan faktor- faktor sikap dan psikomotor
sebagai dasar dan tujuan pengembangan antelektual atau kegiatan belajar, peran
demikian berarti sekolah dasar menyiapkan pengalaman belajar agar kemampuan
intelektual anak dapat berkembang optimal, yang ditunjang oleh sikap dan
psikomotor yang dalam prosesnya dan menghasilkan kepintaran, sikap dan
ketrampilan yang diharapakan.
oleh karena bimbingan harus menunjang proses
belajar mengajar, maka logisnya tujuan utama bimbingan disekolah dasar adalah
membantu anak agar dapat mencapai kemajuan belajar optimal dalam optimal dalam
kelas khususnyanya, dan mengadakan penyesuain- penyesuaian dalam kehidupan
sekolah. Secara agak terperinci, bimbingan membantu anak agar dapat :
a.
Menguasai bahan belajar tuntutan kurikuler.
b.
Membuat pilihan dan menetukan bahan belajar yang
cocok.
c.
Memiliki sikap pandangan belajar yang mendukung.
d.
Mempunyai pola- pola belajar yang mendukung.
e.
Memililh teman bergaul, dan membentuk kelompok-
kelompok belajar yang serasi.
f.
Mengadakan penyesuaian hidup berkelompok yang
menunjang belajar
g.
Memecakan masalah- masalah belajar yang
dialaminya
2. Asas Bimbingan di Sekolah Dasar
a.
Asas perbedaan individual
Usia anak- anak yang belajar di sekolah dasar memang
relatif sama untuk tiap jenjang kelas, usia anak sekelas tidak jauh
perbedaannya antar anak satu dengan lainya. Akan tetapi terdapat perbedaan lain
yang menonjol yang justru prinsip sikapnya bagi praktek- praktek bimbingan.
Anak dalam usia sama, bolej jadi seorang lambat ppertumbuhan fisiknya tetapi
cepat perkembangan mentalnya, sedangkan yang lain mungkin sebaliknya. Seorang
anak mungkin mungkin mengalami pertumbuhan fisik yang berimbang dengan
perkembangan mentalnya. Tetapi pertumbuhan dan perkembangan majunya itu
lambatdibandingkan teman- teman seusianya.
Penelitian menunjukan bahwa, dalam
periode akhir masa kanak- kanak ini, wanita lebih cepat matang seksual
dibanding lpria. Variasi lain : kelompok anak- anak yang pernah mendapat
pengalaman taman kanak- kanak lebih mudah mengadakan penyesuain dibandingkan
dengan mereka yang baru menginjak sekolah.
Atas keragaman itulah, maka asas perbedaan individual
mendapat prioritas perhatian bimbingan sekolah dasar.
b.
Asas dorongan untuk menjadi matang
Salah satu kesamaan menonjol
anak- anak usia sekolah dasar adalah (bahwa) setiap anak mempunyai dorongan
untuk menjadi matang , aktif dan produktif. Setiap anak normal usia sekolah
dasar terdapat semacam pendorong dari dalam diri mereka untuk berbuat dan
bertindak maju. Mereka menunjukan keaktifannya dengan kesukaan melakukan
penyelidikan dan umumnya suka menciptakan hasil- hasil yang dibaginya di antara
teman- teman seusia (terutama sejenis kelamin). Ada kecendrungan mengumpulkan
sesuatu yang menarik sesuai dengan usianya itu, semisal perangko atau bungkus
rokok, dan mereka bertaruh menonjolkan prestasinya. Kesemua dorongan dan
kesukaan ini akan mengantarkan anak menuju kematangannya. Atas alasan inilah,
maka atas dorongan menjadi matang mendapat prioritas perhatian bagi praktek
bimbingan sekolah dasar.
c.
Asas masalah dan dorongan menyelesaikan masalah
Sesunggunya semua orang
mempunyai masalah, tetapi dalam usia sekolah dasar anak mulai dihadapkan dengan
masalah yang lebih serius dibanding usia lalu. Terdapat dua kutub yang
menimbulkan masalah pokok disini. Kutub pertama adanya tuntutan kasih sayang
dan perhatian, serta dorongan kuat anak untuk mendapatkan kebebasan dan
berinisiatif terutama dalam belajar. Kutub kedua adalah adanya tuntutan akan
tanggung jawab dan disiplin anak dalam belajar dan bertingkahlaku sebagai
harapan sekolah. Oleh karena kutub kedua dirasaan menghambat kutub pertama maka
anak dapat mengalami frustasi,kasih sayang, perhatian, dan kebebasan
berinisiatif dalam belajar tidak ajeg didapatkan anak. Masalah lain dialami
anak dalam usia lebih lanjut. Menjelang akhir masa sekolah dasar ini, sebagian
anak mengalami masalah yang bersangkutan dengan kesiapan intelektual menghadapi
ujian akhir, yang juga bertumpang tindih dengan kegonjangan- kegonjangan akibat
perkembangan seksual.
Sesuatu hal yangmendukung
terhadap usah mengatasi masalah- masalah tadi adalah bahwa dalam diri setiap
anakterdapat keinginan- keinginan untuk keluar dari masalah dan menyelesaikan
masalah yang dihadapinya. Karena itulah, dikatakan bahwa bimbingan sekolah
dasar banyak memperhatikan asaa ini- tentu saja tidak mengabaikan asas- asas
lain.
3. Sifat dan Fungsi Bimbingan di Sekolah
Dasar
a.
Sifat
1)
Sifat pengembangan dan pencegahan
Sifat ini prioritas pertama pada
bimbingan di sekolah dasar. Dengan memperhatikan asa perbedaan individual dan
adanya dorongan anak untuk menjadi matang, bimbingan berusaha mengembangkan
kemampuan intelektual dan sosial anak mencapai hasil maksil.
Kedua asas tadi diperhatikan pula
dalam mencegah terjadinya kesulitan- kesulitan belajar dan penyesuaina
pribadi/sosial anak yang memungkinkan menghambat proses belajarnya
2)
Sifat penyembuhan
Sifat ini mendapat prioritas kedua, sebab disamping
kuantitas anak yang mengalami kesulitan kurang besar dibandingkan dengan anak
yang perlu dikembangkan (semua anak) juga kesulitan- kesulitan mendesak umunya
terjadi pada periode terakhir masa sekolah dasar.
b.
Fungsi
1)
Fungsi bimbingan Adaptif
Ini merupakan fungsi bimbingan
yang diutamakan, pembimbing membantu siswa melalui adaptasi pendekatan, metode,
dan media mengajar guru dengan mempertimbangkan aspek- aspek perbedaan
individual yang terpadu dengan tuntutan
kelembagaan.
2)
Fungsi penyesuaian
Fungsi ini agaknya menduduki
prioritas kedua, yaitu kegiatan membantu murid mengadakan penyesuaian terhadap
tuntutan kurikulum, peraturan- peraturan, serta kondisi dan situasi sosial
sekolah.
3)
Fungsi penyaluran
Funsi ini nampaknya dalam
kegiatan membantu murid terkait dengan kelompok- kelompok belajar, promosi, dan
non promosi, serta kelanjutan studi.
4. Jenis dan Bentuk Bimbingan di Sekolah Dasar
a.
Jenis
1)
Bimbingan studi
Dengan memperhatikan tujuan
bimbingan sekolah dasar tampa ragu- ragu, dapat dikatakan bahwa jenis bimbingan
studi mendapat prioritas pertama,dan utama dan menjadi pusat kegiatan bimbingan
pada sekolah dasar.
2)
Bimbingan pribadi dan sosial
Bimbingan pribadi dan sosial
ditempatkan sebagai penunjang dan mengelilingi bimbingan studi. Ini berarti
bahwa dalam mengadakan bimbingan pada anak sekolah dasar, perhatian lebih besar
dicurakan pada hal- ikhwal belajar anak-
baik pada bimbingan yang bersifat pengembangan, pencegahan atau
penyembuhan. Dalam pada itu , aspek- aspek pribadi dan sosial anak ditinjau dan
dipertimbangkan kemungkinan pengaruhnya dalam mendukung atau menghambat proses
belajar anak.
3)
Bimbingan
jabatan
Bimbingan jabatan tak dapat
diabaikan, ini merupakan pendampingan bimbingan studi. Ini selaras dengan tahap
perkembangan jabatan anak yang perlu mendapat pemupukan bagi pertumbuhannya.
Relevan diperhatikan disini bahwa perkembangan jabatan individu berlangsung
dalam proses yang panjang. Pada kelas rendah sekolah dasar, anak berada dalam
tahap fantasi,tahap identification, atau tahap pertumbuhan dalam sub tahap
fantasi. Implikasi bimbingan anak kelas rendah sekolah dasar adalah perlunnya penyaluran-
peyaluran perkembangan jabatan tadi, antara lain, melalaui permainan- permainan
kelompok atau bermain peran. Pada kelas tinggi sekolah dasar, anak telah
menginjak tahap tentatip sub- tahap pemilihan berdayarkan faktor obyektif,
mulai mempelajari tanggung jawab dan penataan pandangan tentang dunia kerja,
atau tahap pertumbuhan minat dan kemampuan kearah dunia kerja. Implikasi
bimbingannya adalah perlunya informasi- informasi realistik dan obyektif
tentang dunia kerja bagi anak- anak kelas tinggi sekolah dasar.
b.
Bentuk
1)
Bimbingan tidak langsung dan bimbingan langsung
Dengan memperhatikan bahasan
diatas (tujuan, sifat, fungsi dan jenis) bimbingan sekolah dasar jelas kiranya
bahwa bentuk tidak langsung lebih efisien dan efktif dibanding bentuk lansung
2)
Bimbingan kelompok dan individu
Bentuk bimbingan kelompok lebih
baik banyak dilibatkan dari pada bimbingan individual
5. Bidang Bimbingan di Sekolah Dasar
a.
Bimbingan Pribadi
Dalam bidang bimbingan pribadi, pelayanan bimbingan dan
konseling membantu siswa SS menemukan dan memahami serta mengembangkan pribadi
yang beriman dan bertaqwa terhadap tuhan yang maha esa, mandri, aktif, kreatif
serta sehat jasmani rohani. Bidang bimbingan ini meliputi pokok- pokok materi
berikut :
1)
Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beriman dan
bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2)
Pengenalan dan pemahaman tentang kekuatan diri
sendiri dan penyalurannya untuk kegiatan- kegiatan yang kreatif dan produktif,
baik dalam kehidupan sehari- hari di Sekolah, maupun perannya untuk di masa
depan
3)
Pengenalan dan pemahaman tentang bakat dan minat
pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan- kegiatan yang
kreatif dan produktif
4)
Pengenalan dan pemahaman tentang kelemahan diri
sendiri dan usaha penanggulangannya
5)
Pengembangan kemampuan mengambil keputusan
sederhana dan mengarakan diri
6)
Perencanaan serta penyelenggaraan hidup sehat
b.
Bimbingan Sosial
Dalam bidang sosial, pelayanan
bimbingan dan konseling membantu siswa SD dalam proses sosialisasi untuk
mengenal dan berhubungan dengan
lingkungan sosial yang dilandasi budi pekerti luhur dan rasa tanggung jawab.
Bidang bimbingan ini memuat pokok- pokok materi berikut:
1)
Pengembangan kemampuan berkomunikasi baik melalui
ragam lisan maupun tulisan secara efektif
2)
Pengembangan kemampuan bertingkah laku dan
berhubungan sosial, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat dengan
menjunjung tunggi tata krama, sopan santun serta nilai- nilai agama, adat,
perarturan dan kebiasaan yang berlaku
3)
Pengembangan hubungan yang dinamis dan harmonis
serta produkttif dengan teman sebaya
4)
Pengenalan dan pemahaman perarturan dan tuntutan
sekolah, rumah dan lingkungan, serta kesadaran untuk melaksankannya.
c.
Bimbingan belajar
Bidang bimbingan belajar,
pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa SD mengembangkan kebiasaan
belajar yang baik dalam menguasai pengetahuan dan ketrampilan, serta
meyiapkannya untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi.
Bidang bimingan ini memuat pokok – pokok materi berikut :
1)
Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar untuk
mencari informasi dari berbagai sumber belajar, bersikap terhadap guru dan nara
sumber lainnya, mengikuti pelajaran sehari- hari, mengerjakan tugas,
mengembangkan ketrampilan belajar, dan menjalani program penilaian
2)
Pengembangan disiplin belajar dan berlaltih,
baik secara mandiri maupun kelompok
3)
Pemantapan dan pengembangan penguasaan materi
pelajaran di SD
4)
Orientasi belajar di Sekolah lanjutan Tingkat
Pertama
d.
Bimbingan karier
Dalam bidang bimbingan karier,
pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa SD mengenali dan mulai
mengarakan diri untuk masa depan karier. Bidang bimbingan ini memuat pokok-
pokok materi berikut :
1)
Pengenalan awal terhadap dunia kerja dan usaha
memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup
2)
Pengenalan, orientasi dan informasi karier pada
umunya secar sederhana
3)
Pengenalan dan pemahaman diri secara awal
berkenaan dengan kecendrungan karier yang hendak di kembangkan
4)
Orientasi dan informasi sederhana terhadap pendidikan yang lebih tinggi, khususnya dalam
kaitannya dengan karier yang hendak dikembangkan
Catatan :
Bimbingan karier di SD merupakan
kegiatan yang paling awal dan mendasar bagi pengembangan karier secara menyeluruh
sepanjang hayat. Materi bimbingan karier yang diberikan pada tingkat ini
bersifat umum dan tidak mengarah pada jenis- jenis jabatan atau pekerjaan
tertentu. Pemberian materi bimbingan karier untuk siswa- siswaaaaa SD pada
umunya dimaksud untuk :
·
Mengembangkan sikap positif terhadap segalah
jenis pekerjaan. Dalam hal ini Guru Kelas harus benar- benar berhati- hati.
Jangan sampai melalui kata, isyarat atau tindakan, Guru Kelas menunjukan atau
menampilkan prasangka ataupun kecendrungan tertentu terhadap jenis- jenis
pekerjaan (misalnya tertentu disikapi posotif, sedang yang lain disikapi
negatif).
·
Membawa para siswa untuk menyadari betapa
luasnya dunia kerja yang ada , terentang dari pekerjaan yang dijabat orang tua anak-anak itu sendiri sampai
kesegala macam pekerjaan di masyarakat luas.
·
Menjawab berbagai pertanyaan para siswa tentang
pekerjaan, dorongan ingin tahu anak- anak akan membawa mereka menanyakan segala sesuatu tentang pekerjaaan. Dalam hal
ini jawaban atau informasi yang tepat dan benar (tidak dibuat- buat atau
disamarakan) harus segeradiberikan setiap waktu mereka bertanya.
·
Menekankan jasa dari masing- masing jennis
pekrjaan, yaitu untuk kesejatraan hidup rumah tangga dan masyarakat (tidak
hanya mengemukan besaran gaji atau penghasilan diperoleh melalui pekerjaan itu)
perlunya bakat atau kemampuan atau ketrampilan khusus untuk jenis- jenis
pekerjaan tertentu, terutama pekerjaan yang bermaanfaat bagi pemberian bantuan
kepada sesama manusia, hendaklah disampaikan dan ditonjolkan.
Informasi pekerjaan untuk siswa
kels tinggi SD perlu diperluas dan diperkuat. Hal ini bertujuan agar mereka
memahami bahwa :
·
Pekerjaan
ada di mana- mana, di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, propinsi,
negara, dan bahkan dunia. Pada tingkat perkembangan itu siswa mulai
membandingkan pekerjaan- pekerjaan yang ada di desa dan di kota, di daerahnya
sendiri dan di daerah lainnya. Siswa dirangsang untuk mulai menyadari bahwa ada
seribu satu macam cara yang dilakukan oleh manusia untuk mencari penghidupan
dan memenuhi kebutuhan hidupnya melalui jenis pekrjaan.
·
Terdapat saling ketergantungan antara pekerjaan
yang satu dengan yang lainnya. Pada diri siswa perlu di kembangkan bahwa untuk
terlaksannya suatu pekerjaan dengan baik, para pekerja saling terkait antara
satu dengan yang lainnya, oleh karenanya para pekerja itu harus saling membantu
dan bekerja sama.
·
Baik kemampuan khusus maupun ciri- ciri
kepribadian tertentu diperlukan untuk mencapai keberhasilan (kesuksesan) bagi
sebagian besar jenis pekerjaan.
·
Untuk memilih suatu pekerjaan diperlukan
informasi yang tepat (yaitu tentang hakekat pekerjaan itu sendiri, latihan yang
diperlukan, kondisi kerja, dsb).
·
Ada berbagai masalah yang mungkin dihadapi oleh
orang- orang yang mengiginkan pekerjaan tertentu (seperti peralatan yang
diperlukan untuk pekerjaan itu mahal, seperti biaya untuk biaya program
pendidikan dan latihan mahal dan waktunya lama, kondisi kerja dalam pekerjaan
itu kurang meyenangkan dsb).
·
Untuk memilih pekerjaan atau karier di masa
depan perlu kehati- hatian dan pertimbangan yang matang

Tidak ada komentar:
Write komentarAYO BERKOMENTARLAH