0852-5712-4644

CALL/SMS

Bimbingan menurut para ahli

Posted by   on Pinterest

Mata kuliah: Dasar-dasar BK 1

DEFINISI BIMBINGAN MENURUT :

1.         Mathewson, dalam bernard & Fullmer, 1969.
 Bimbingan sebagai pendidikan dan perkembangan yang menekankan proses belajar yang simpatik.

2.         Crow  & Crow, 1960.
 Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menangung bebanya sendiri.
3.         Mortensen & Schmuller, 1976.
 Bimbingan dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan pendidikan yang membantu menyediakan kesempatan-kesempatan pribadi dan staf ahli dengan cara mana setiap individu dapat mengembangkan kemempuan-kemampuan dan kesangupan sepenuh-sepenuhnya sesuai dengan ide-ide demokrasi
4.         Frank Parson, dalam Jones, 1951.
 Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri, dan mengaku suatu jabatan serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilih.
5.         Dunsmoor & Miller, dalam Mcdaniel, 1959.
 Bimbingan membantu individu untuk memahami dan menggunakan secara luas kesempatan-kesempatan pendidikan, jabatan, dan pribadi yang mereka miliki atau dapat mereka kembangkan, dan sebagai satu bentuk bantuan yang sistematik melalui mana siswa dibantu untuk dapat memperoleh penyesuaian yang baik terhadap sekolah dan terhadap kehidupan.
6.         Jones, Staffire & Stewart, 1970.
 Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat pilihan-pilihan dan penyesuaian-penyusaian yang bijaksana. Bantuan itu berdasarkan atas prinsip demokrasi yang merupakan tugas dan hak setiap individu untuk memilih jalan hidupnya sendiri sejauh tidak mencampuri hak orang lain. Kemampuan membuat pilihan seperti itu tidak diturunkan  ( diwarisi), tetapi harus dikembangkan.
7.         Smith, dalam Mcdaniel, 1959.
 Bimbingan sebagai proses layanan yang diberikan kepada individu-individu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlakukan dalam membuat pilihan-pilihan, rencana-rencana, dan interprestasi-interprestasi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri yang baik.
8.         Bernard & Fullmer, 1969.
Bimbingan merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu.
9.         Chiskolm, dalam Mcdaniel, 1959.
Bimbingan membantu setuap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang diri sendiri.
10.       Tiedeman, dalam Bernard & Fullmer, 1969.
 Bimbingan membantu seseorang agar menjadi berguna, tidak sekedar mengikuti kegiatan yang berguna.
11.       Lever, dalam Mcdaniel, 1959.
 Bimbingan adalah bagian dari proses pendidikan yang teratur dan sistematik guna membantu pertumbuhan anak muda atas kekuatan dalam menentukan dan mengarahkan hidupnya sendiri, yang pada ahirnya ia  dapat memperoleh pengalaman-pengalaman yang dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat.
12.       Chiskolm
Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri (Chiskolm,1959)
13.       Bernard & Fullmer
Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu (Bernard & Fullmer ,1969).
14.       Miller
Bimbingan Merupakan proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum di sekolah, keluarga dan masyarakat.

       15.  Djumhur dan Moh. Surya
Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, agar tercapai kemampuan untuk dapat memahami dirinya (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya (self acceptance), kemampuan untuk mengarahkan dirinya (self direction) dan kemampuan untuk merealisasikan dirinya (self realization) sesuai dengan potensi atau kemampuannya dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat.

        16.  Frank Parson
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya” (Frank Parson ,1951).



         Dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada orang lain, supaya mereka mampu untuk memahami diri’nya dan menyesuaikan diri supaya mereka bisa mencapai apa yang mereka ingginkan dan hidup secara bahagia.


















DEFINISI KONSELING MENURUT :
1.         A.C. English, dalam Sherzer & Stone, 1974.
 Proses mana konselor m embantu konseli membuat interprestasi-interprestasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, atau penyesuaian yang perlu dibuatnya.
2.         (Division of Conseling Psychology).
Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, proses tersebut dapat terjadi setiap waktu.
3.         Lewis, dalam shertzer & Stone, 1974.
 Proses mengenai seseorang individu yang sedang mengalami masalah (klien) dibantu untuk merasa dan bertingkah laku dalam suasana yang lebih menyenangkan melalui interaksi dengan seseorang yang tidak bermasalah, yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi yang merangsang klien untuk mengembangkan tingkah laku yang memungkinkannya berperan secara lebih efektif bagi dirinya sendiri dan lingkungannya.
4.         Jones, 1951.
 Konseling adalah kegiatan dimana semua fakta dikumpulkan dan semua pengalaman siswa difokuskan dalam masalah tertentu untuk diatasi sendiri oleh yang bersangkutan, dimana ia diberikan bantuan pribadi dan langsung dalam pemecahan masalah itu. Konselor tidak memecahkan masalah untuk klien. Konseling harus ditunjukan pada perkembangan yang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri tanpa bantuan.
5.         Smith, dalam Sertzer & Stone, 1974.
 Suatu proses dimana konselor membantu konseli membuat interprestasi-interprestasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya.
6.         Tolbert, 1959.
Konseling adalah hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang dalam mana konselor melaluai hubungan itu dengan kemampuan-kemanpuan khusus yang dimemilikinya, menyediakan situasi belajar. Dalam hal ini konseli dibantu untuk memahami diri sendiri, keadaan sekarang, dan kemungkinan keadaannya masa depan yang dapat ia ciptakan dengan mengunakan kopetensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Lebih lanjut konseli dapat belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah dan menemukan kebutuhan-kebutuhan yang akan datang.


7.         Pepinsky & Pepinsky, dalam Shertzer & Stone,1974.
 Interaksi yang (a) terjadi antara dua orang individu, masing-masing disebut konselor dan klien; (b) terjadi dalam suasana yang profesional ; (c) dilakukan dan dijaga sebagai alat memudahkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien.
8.         Bernard & Fullmer, 1969.
 Konseling meliputi pemahaman dan hibungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang unik dari indvidu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasi ketiga hal tersebut.  
9.         Mcdaniel, 1956.
 Suatu rangkaian pertemuan langsung dengan individu yang tunjukan pada pemberian bantuan kepadanya untuk dapat menyesuaikan dirinya secara lebih efektif dengan dirinya sendiri dan dengan lingkungannya.
10.       Maclean, dalam Sherzer & Stone, 1974.
Suatu proses yang terjadi dalam hubungan tatap muka antara seorang individu yang terganggu oleh karena masalah-masalah yang tidak bisa diatasinya sendiri dengan seseorang pekerja yang profesional, yaitu orang yang telah terlatih dan pengalaman yang membantu orang lain mencapai pemecahan-pemecahan terhadap berbagai kesulitan pribadi.
11.       Blocher, dalam Shertzer & Stone, 1974.
 Membantu individu agar dapat menyadari dirinya sendiri dan memberikan reaksi terhadap pengaruh-pengaruh lingkungan yang diterimanya, selanjutnya, membantu yang bersangkutan menentukan beberapa makna pribadi dalam tingkah laku tersebut dan mengembangkan serta memperjelas tujuan-tujuan dan nilai-nilai untuk perilaku di masa yang akan datang.
12.       Cavanagh
Konseling merupakan Hubungan antara seorang penolong yang terlatih dan seseorang yang mencari pertolongan, di mana keterampilan si penolong dan situasi yang diciptakan olehnya menolong orang untuk belajar berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain dengan terobosan-terobosan yang semakin bertumbuh.
13.       Saefudin dan Abdul Bari
Konseling merupakan proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan panduan komunikasi interpersonal, teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik yang bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi, dan menentukan jalan keluar atau upaya mengatasi masalah tersebut. (Saefudin, Abdul Bari : 2002).
14.       Rogers
Konseling adalah serangkaian kontak  atau hubungan bantuan langsung dengan individu dengan tujuan memberikan bantuan kepadanya dalam merubah sikap dan tingkah lakunya.
15.       James F. Adam
Konseling merupakan suatu pertalian timbal balik antara 2 orang individu dimana yang seorang (counselor) membantu yang lain (conselee) supaya ia dapat memahami dirinya dalam hubungan dengan masalah-masalah hidup yang dihadapinya waktu itu dan waktu yang akan datang.
16.       Mortensen
Konseling didefinisikan sebagai suatu proses hubungan seseorang dengan seseorang dimana yang seorang dibantu oleh yang lainya untuk menemukan masalahnya.
17.       Winkel (2005)
 berpendapat bahwa konseling merupakan serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus
         Dapat disimpulkan bahwa konseling adalah bantuan para ahli (konselor) yang diberikan oleh orang yang mengalami masalah (konseli) dengan metode wawancara yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli.


Lama Witak

About Lama Witak

Peace and Love

Tidak ada komentar:
Write komentar
Join Our Newsletter