Berikut petikan utuh surat cinta untuk Sara dari Ella yang
dikutip Liputan6.com dari blognya http://setengahlimasore.blogspot.com.
Surat Cinta Untuk Sara
Untuk yang dikasihi, Sara.
Ada terima kasih untukmu yang terkirim dari Bandung. Dia
mengudara ke Jakarta sekarang, bersama rindu dan susunan doa yang terlalu
banyak jumlahnya.
Ada sesal untukku, dan segala waktu yang pernah aku punya.
Denganmu, kurang lama rasanya untuk terus menertawakan dunia dengan segala
kemelutnya.
Ada bahagia untukmu sebab pernah mengenal. Maha agung Tuhan
memberi ijin untukku sempat berteman dengan malaikat yang masih Ia sembunyikan
sayapnya.
Ada sepucuk surat dariku, kelak sesampainya nanti di Surga,
mungkin akan kau baca. Maha ajaib Tuhan, kau kini aman dalam pelukanNya.
TanganNya yang penuh kemenangan sudah menyelamatkan satu lagi Mahakarya.
Sebagai teman yang pernah mengisi bangku kosong di sebelahmu
saat sekolah dulu, ini kusampaikan pesanku untuk jiwamu yang sedang dalam
perjalanan, serta untuk ragamu yang sedang beristirahat dalam tidur lelap yang
panjang.
Sara, selamat menikmati perjalananmu nanti, di dalam peti,
mungkin agak sempit ya. Sudah berapa kali aku bilang, kau terlalu tinggi,
untung saja kau tidak gemuk, kalau iya pasti jadi jauh lebih sempit.
Sara, kalau beberapa bulan lagi di pusaramu ditumbuhi rumput
dan bunga liar, kau harus tau itu tumbuh dan akan terus tumbuh meski di basmi,
ada air mataku yang kiranya membuat mereka tumbuh subur. Setidaknya ada bagian
dariku, yang ada di rumah barumu.
Sebentar lagi Tuhan menggenapkan janjiNya, tidak lagi
sayapmu Ia sembunyikan.
Terbang Sara, terbang yang jauh. Sampaikan salamku untuk
Tuhan karena aku tahu kau pasti bertemu.
Tuhan, terima kasih, syukur ada di lubuk hati ini meski
masih nyeri dari ujung kepala hingga ujung kaki, meski masih bergetar setiap
hendak menyebutkan nama Sara dalam setiap bisikan. Terima kasih karena aku
boleh merasakan berkawan dengan malaikat, sekarang aku bisa bilang kepada semua
orang kalau aku tidak takut mati, aku punya teman malaikat di Surga sana.
Tuhan, aku titip Sara. Sara, terimakasih sudah pernah
menoreh sejarah dalam hidupku. Ampuni mereka yang menjadi sebab kepergianmu
yang kadang aku pun masih sulit untuk terima.
Dalam cinta, aku bergeming.
Dalam doaku, namamu teriring,
Selamat jalan Ade Sara Angelina Suroto
Your ex-chairmate,
with love from deepest heart,
Ella (way you call me, Sar).
(Tanti Yulianingsih)

Tidak ada komentar:
Write komentar