0852-5712-4644

CALL/SMS

Ibra : Mourinho Bintang besar dan pemimpin pasukan

Posted by   on Pinterest


Jose Mourinho adalah bintang besar dan dia menjadi manajer saya di Inter. Dia sosok yang baik. Ketika pertama dia bertemu pasangan saya Helena, dia berbisik kepada Helena, 'Helena, sekarang kamu cuma punya satu misi: beri makan Zlatan, beri dia cukup tidur dan buat dia selalu bahagia.'
Orang itu berkata sesukanya dan saya menyukainya. Dia adalah pemimpin dari pasukannya. Tapi dia juga peduli
. Dia selalu mengirim pesan singkat kepada saya ketika di Inter, bertanya keadaan saya. Dia adalah kebalikan dari Pep Guardiola.
Jika Mourinho menerangi ruangan, maka Guardiola yang akan menutup tirai dan menjadikannya gelap. Saya rasa Guardiola berusaha menjadi pasangan sempurna bagi Mourinho.
Mourinho adalah orang yang bisa membuat saya rela mengorbankan nyawa saya.
Pada 2008, saya diberitahu bahwa manajer baru saya di Inter, Mourinho, akan menelepon saya. Saya lalu berpikir: 'Memangnya apa yang terjadi?'
Ternyata dia cuma mau mengatakan: 'Akan menyenangkan karena kita akan bekerja bersama, saya sudah tak sabar bertemu denganmu'. Tak ada hal besar, tapi dia mengatakannya dalam Bahasa Italia. Saya sungguh tak mengerti. Mourinho belum pernah melatih tim Italia tapi dia sudah bisa bicara dalam Bahasa Italia lebih bagus dari saya. Dia cuma butuh waktu tiga minggu untuk fasih berbahasa Italia. Saya akhirnya tak bisa mengikuti perkembangannya. Kami lalu bicara dalam Bahasa Inggris dan saat itu saya mulai mengerti bahwa orang ini ternyata peduli. Saya mendapatkan pesan pendek setelah membela Swedia melawan Spanyol.
'Kamu bermain bagus', tulisnya. Lalu dia memberi saya beberapa nasehat dan saya sampai berhenti dari latihan yang sedang saya lakukan. Saya belum pernah mendapatkannya sebelumnya. Sebuah pesan singkat dari pelatih! Saya bermain bagi timnas Swedia yang tak ada hubungannya sama sekali dengan Mourinho. Tetap saja, dia ingin terlibat. Saya merasa dihargai.
Tentu saya tahu dia mengirim pesan itu dengan sebuah tujuan. Dia menginginkan kesetiaan saya, tapi saya langsung menyukainya. Dia bekerja dua kali lebih keras dari yang lain. Dia hidup dan bernapas untuk sepakbola 24/7. Saya sebelumnya belum pernah bertemu dengan manajer yang pengetahuannya mengenai calon lawan begitu menyeluruh. Mourinho tahu semuanya, bahkan sampai ke ukuran sepatu kiper ketiga lawan.
Sebelum bertemu dia, saya sudah tahu bahwa Mourinho adalah orang yang elegan dan percaya diri, tetapi saya tetap dibuat terkejut. Fisik Mourinho terlihat kecil ketika ada di samping para pemain, tapi saya bisa segera merasakannya; ada semacam aura di sekitar Mourinho.
Dia menyuruh semua orang berbaris, dia langsung mendekati para pemain yang sebelumnya merasa tak tersentuh di klub. Dia berdiri di depan mereka, tingginya hanya sebatas pundak para pemain itu. Mourinho tidak berusaha menjilat para pemain itu dan langsung mengatakan maksudnya. 'Mulai sekarang, kalian semua akan melakukannya seperti ini.' Bisakah anda bayangkan?! Semua orang lalu mendengarkannya. Mereka tak mempertanyakan apa maksud ucapan Mourinho. Tapi mereka diam bukan karena takut. Mourinho bukan Fabio Capello yang merupakan manajer setan.
Mourinho menciptakan ikatan personal dengan semua pemain melalui pesan singkat sera pengetahuannya tentang istri dan anak-anak kami. Dia juga tak pernah berteriak.
Dia membangun motivasi kami menjelang pertandingan. Rasanya seperti menjalani teater, sebuah permainan psikologi. Dia bisa menunjukkan video saat kami bermain buruk dan mengatakan: 'Mengenaskan! Payah! Para pemain ini tak mungkin kalian. Mereka pasti saudara kalian atau sisi lemah kalian.' Kami hanya mengangguk saja karena malu.
'Saya tak ingin melihat kalian bermain seperti itu lagi. Pergi ke lapangan seperti singa-singa lapar.'
'Dalam pertarungan pertama kalian akan seperti ini...' dia memukulkan tinjunya ke telapak tangan satunya. 'Dan dalam pertarungan kedua...' dia menendang papan taktik hingga terbang melintasi ruangan. Adrenalin kami langsung bekerja dan kami keluar ke lapangan seperti binatang buas yang gila.Saya semakin tahu orang ini selalu memberikan segalanya untuk tim, jadi saya ingin memberikan segalanya untuk dia. Semua pemain rela membunuh untuk Mourinho.
Hanya ada satu hal yang mengganggu saya: tak peduli apa pun yang saya lakukan, tak pernah ada sedikit pun senyum dari wajahnya.
Saya melakukan banyak hal-hal hebat, tapi wajah Mourinho tetap saja seperti akhir pekan kelabu. Suatu ketika kami melawan Bologna dan saya mencetak gol yang benar-benar gila. Gol itu kemudian terpilih menjadi gol terbaik. Mourinho hanya berdiri saja dengan wajah membatu.
What the hell? Apa yang salah dengan orang ini? Jika dia tidak bereaksi terhadap hal-hal hebat seperti itu, apa yang bisa membuatnya berubah? Apa pun caranya, saya bertekad untuk membuat orang itu gembira. Akhirnya hal itu terwujud tapi hanya terjadi ketika kami sudah memenangkan gelar Serie A dan saya menjadi top skorer.
Mourinho, orang dengan wajah batu, orang yang tak pernah peduli, akhirnya terbangun. Dia seperti orang gila. Dia bersorak seperti anak sekolah, meloncat-loncat dan saya tersenyum. 'Jadi saya bisa membuatmu tersenyum, akhirnya. tapi hal itu butuh perjuangan berat.'

Lama Witak

About Lama Witak

Peace and Love

Tidak ada komentar:
Write komentar

AYO BERKOMENTARLAH

Join Our Newsletter