0852-5712-4644

CALL/SMS

Yang diperhatikan dalam Pelaksanaan Konseling kelompok

Posted by   on Pinterest

Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan yang fundamental dalam pelaksanaan konseling individual dan konseling kelompok. Akan tetapi dalam hal tertentu ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam melaksanakan konseling kelompok, yaitu :

1.  Memilih anggota kelompok
Anggota kelompok yang akan berpartisipasi dalam konseling kelompok hendaknya dipertimbangkan dan dipilih secara cermat agar pelaksanaannya dapat berjalan secara baik. Para anggota hendaknya memilki kesamaan minat dan maslah, adanya homogenitas dalam pengelompokan dilihat dari usia, kematangan sosial, pengalamandan sebagainya. Disamping itu hendaknya klien memiki keingina untuk memperoleh bantuan, memiliki kemauan untuk mengemukakan maslah dan keadaan dirinya, dan bersedia berpartisipasi dalam kelompok
2.  Ukuran kelompok
Banyaknya anggota kelompok dapat mempengaruhi komunikasi dan interaksi antar mereka. Oleh karena itu konselor hendaknya memperhitungkan banyaknya anggota dalam kaitannya dengan keefektifan interaksi di dalamnya. Biasanya antara 5 sampai 8 orang anggota dapat dipandang cukup memadai. Namun pelaksanaannya tergantung dari proses dan isi konseling
3.  Lama dan frekwensi pertemuan
Konselor hendeaknya memperhitungkan berapa lama dan berapa kali pertemuan berlangsung. Biasanya berkisar antara 30 menit samapi dengan 1 jam untuk setiap pertemuan, dan dapat dilakukan seminggu sekali atau seminggu dua kali atau dua minggu.
4.  Hakekat hubungan
Hendaknya diperhatikan benar bentuk hubungan dalam proses konseling. Apakah hubungan terapiutik terletak pada interaksi para anggota ataukah antara konselor dengan anggota. Sehubungan dengan ada dua model hubungan, yaitu : hubungan yang berpusat pada para anggota, dan hubungan yang berpusat pada  konselor
5.  Mengembangkan dan memelihara hubungan
Dalam pelaksanaan konseling kelompok, konselor hendaknya dapat menciptakan dan mengembangkan hubungan antara anggota dengan konselor dan antar anggota kelompok. Para anggota hendaknya diusahakan agar selama konseling setiap anggota dapat : (a) mendengarkan secara mendalam, (b) membantu orang lain untuk bicara, (c) mendiskusikan masalah, (d) mendiskusikan perasaan, (e) mengkonfrontisasi, (f) merencanakan tindakan..
6.  Tanggung jawab konselor
Ketrampilan dan kepercayaan konselor pada dasarnya merupakan kunci suksesnya konseling kelompok. Pengalaman dalam konseling individual dapat merupakan dasar bagi kelancaran bekerja dalam kelompok. Menurut Kottler (Shertzer & Stone, 1980:369) ketrampilan konselor dalam konseling kelompok meliputi : (a) diagnosis, yaitu menemukan masalah dan latar belakangnya, (b) mengenal, menjelaskan, dan menafsirkan makna dibelakang prilaku klien, (c) berkomunikasi dengan para anggota, (d) menggunakan humor dan strategi dan inovatif untuk menjaga agar pertemuan tetap menarik, (e) memvariasi metode untuk menyegarkan kebutuhan para anggota, dan (f) menghadapi para anggota yang berprilaku tidak sesuai.
7.  Tanggung jawab anggota kelompok
Dalam konseling kelompok para anggota mempunyai tanggung jawab tertentu dalam pembentukan kelompok, pertumbuhan kelompok, pelaksanaan kegiatan kelompok, dan mengatasi hambatan-hambatan kelompok.
8.  Memiliki teknik kelompok
Beberapa teknik kelompok yang dapat digunakan dalam konseling kelompok hendaknya dipertimbangkan baik-baik, terutama dalam ketepatan pemilihan dan pelaksanaannya. Teknik-teknik kelompok yang dapat digunakan dalam konseling kelompok yaitu : (a) bermain peranan, (b) pergantian peranan
http://amarfaruqspd.blogspot.com/2011/10/konseling-kelompok.html

Kajian Pustaka
Brammer, L.M dan Everett L S, 2001, Terapiutik Psycology: Fundamentals of  Counseling and Psychology, EnglewoodCliffs, New Jersey: Prentice Hall Inc
Carey, G dan Corey, M S, 2001, Group: Process and Practice, Monterey, California: Brooks/ Cole Co
Gazda, GM. 1999, Group Prosedur with Children: A Developmental Approach, Dalam Ohlsen(ed),  Counseling Children in group: A Forum, New Jersey: Prectice Hall
Nursalim Mochamad, 2001. Penerapan Konseling Kelompok Untuk Menangani Masalah Siswa di SLTP dan SLTAdi surabaya, Laporan penelitian (tidak diterbitkan), Lembaga penelitian Unesa.
Prayitno, 1987,  Profesionalisasi Konseling dan Pendidikan Konselor, Jakarta: P2LPTK

Lama Witak

About Lama Witak

Peace and Love

Tidak ada komentar:
Write komentar

AYO BERKOMENTARLAH

Join Our Newsletter