Jumat, 09 Agustus 2013

Layanan bimbingan klasikal

1. Pengertian layanan bimbingan klasikal
direktorat jendral peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan dapertemen pendidikan nasional 2007 ( 2007 : 40 ) mengemukakan pendapat :
layanan bimbingan klasikal adalah salah satu pelayanan dasar bimbingan yang dirancang menuntut konselor untuk melakuka kontak langsung dengan para peserta didik dikelas secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan ini kepada peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau curah pendapat..
Dari pengertian diatas penulis menyimpulkan banwa bimbingan klasikal dapat diartikan sebagai layanan yang di berikan kepada semua siswa.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam dalam proses bimbingan progam sudah disusun secara baik dan siap untuk diberikan kepada siswa secara terjadwal, kegiatan ini berisikan informasi yang diberikan oleh seorang pembimbing kepada siswa secara kontak langsung terutama pemahaman siswa terhadap bahaya prilaku seks bebas. Pada bimbingan klasikal ini menggunakan berbagai macam alat bantu seperti : media cetak, media panjang, oht, rekaman radio –tape dan lain-lain. Layanan bimbinga klasikal dapat mempergunakan jam pengembangan diri semua siswa terlayani kegiatan bimbingan klasikal perlu terjadwalkan secara pasti untuk semua kelas. Dalam penelitian ini peneliti memberi layanan bimbingan klasikal khususnya pada peningkatan pemahamnan terhadap bahaya prilaku seks bebas pada siswa sekolah menengah pertama.
2. Pelaksanaan layanan bimbingan klasikal
layanan bimbingan klasikal merupakan layanan dalam bimbingan dan konseling. Layanan bimbingan klasikal berbeda dengan mengajar. Layanan ini juga memiliki beberapa ketentuan dalam pelaksannanya. Adapun perbedaannya antara mengajar dan membimbing :
a. Perbedaan dalam mengajar dan membimbing
1) layanan bimbingan klasikal bukanlah suatu kegiatan mengajar atau menyampaikan materi pelajaran sebagaimana mata pelajaran yang dirancang dalam kurikulum pendidikan disekolah, melainkan menyampaikan informasi yang dapat berpengaruh terhadap tercapainya perkembangan yang optimal seluruh aspek perkembangan dan tercapainya kemandirian peserta didik atau konseli.
2) materi bimbingan klasikal berkaitan erat dengan domain bimbingan dan konseling yaitu bimbingan belajar, pribadi, sosial dan karir, serta aspek-aspek perkembangan peserta didik.
3) guru mata pelajaran dalam melaksanakan tuganya adalah menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, dan tugas guru bimbingan dan konseling atau konselor adalah menyelenggarakan layanan bimbingan konseling yang memendirikan peserta didik atau konseli.
B. Langkah-langkah bimbingan klasikal
untuk dapat melaksanak leyanan bimbingan klasikal secara baik, dalam linda d webb ; greg a brigman ( terjemahan hartanto : 2006 ) terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebagai berikut :
a. Melakukan pemahaman peserta didik ( menetukan kelas layanan, menyiapkan instrument pemahaman peserta didik, pengumpulan data, analisis data, dan merumuskan pemahaman ).
B. Menentukan kecenderungan kebutuhan layanan bimbingan klasikal bagi peserta didik/konsli atas dasar hasil pemahaman peserta didik.
C. Memilih metode dan teknik yang sesui untuk memberian layanan bimbingan klasikal ( ceramah-diskusi; atau ceramah-simulasi-diskusi, atau ceramah-tugas-diskusi ).
D. Persiapan pemberian layanan bimbingan klasikal dapat disiapkan secara tertulis merupakan suatu bukti administrasi kegiatan, dengan demikian materi layanannya disajikan secara terencana dengan harapan mencapai hasil yang optimal, sebab disusun atas dasar kebutuhan dan literature yang relevan.
E. Memilih sistematika persiapan yang dapat disusun oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor, dengan catatn telah mencerminkan adanya kesiapan layanan bimbingan klasikal dan persiapan diketahui oleh koordinator bimbingan dan konseling dan atau kepala sekolah.
F. Mempersiapkan alat bantu untuk melaksanakan pemberian layanan bimbingan klasikal sesuai dengan kebutuhan layanan.
G. Evaluasi pemberian layanan bimbingan klasikal perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses, tepat tidaknya layanan yang diberikan atau perkembangan sikap dan prilaku atau tingkat ketercapaian tugas-tugas perkembangan. Secara umum aspek yang dievaluasi meliputi : kesesuaian program dalam pelaksanaan, keterlaksanaan program, hambatan-hambatan yang dijumpai, dampak terhadap kegiatan belajar mengajar, dan respon peserta didik personal sekolah, dan orang tua serta perubahan perkembangan peserta didik ( tugas-tugas perkembangan ) atau perkembangan belajar, pribadi, sosial, dan karirnya.
H. Tindak lanjut, perlu dilakukan segai upaya peningkatan pemberian layanan bimbinagn kelas. Kegiatan tindak lanjut senantiasa mendasarkan pada hasil evaluasi kelgaiatan yang telah dilaksanakan.
3. Media layanan bimbingan klasikal
media pembelajaran dalam bimbingan klasikal menurut belawati ( 2003 :12 ) dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
a. Media cetak
b. Media non cetak
c. Media display
adapun penjelasan sebagai berikut
a. Media cetak adalah sejumlah media yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran dan penyampaian informasi, contoh media cetak anatara lain : buku teks, majalah, leaflet, modul, handout, dan lembar kerja siswa.
B. Media non cetak adalah sejumlah media yang disiapkan tidak pada kertas, yang berfungsi untuk keperluan pembelajaran dan penyampaian informasi, contoh media non cetak antara lain : oht ( overhead transparancies ), audio ( bersifat suara atau bunyi, minsalnya : radio, tape ), video ( gambar dan bunyi , minsalnya : film ), slide dan komputer.
C. Media display adalah jenis media pembelajaran yang berisi materi tulisan atau gambaran yang dapat ditampilkan di dalam kelas ataupun di luar kelas, di kelompok kecil atau besar, perorangan tempa menggunakan alat proyeksi, contoh media display antara lain : flipchart, adhesive, chart, poster, peta, foto dan relia berupa gambar yang nyata secara anatomi.
3. Tujuan dan fungsi layanan bimbingan klasikal
untuk mencapai sebuah hasil dari proses bimbingan yang diharapkan maka bimbingan klasikal harus memiliki tujuan dan fungsi pendidikan.
A. Tujuan layanan bimbingan klasikal
rumusan tentang tujuan dan manfaat bimbingan klasikal dalam kajian literature belum banyak ditemukan, oleh karena itu untuk merumuskan tujuan dan manfaat bimbingan klasikal mempergunakan rumusan tujuan bimbingan dan koseling yang dikaitan dengan kegiatan di kelas. Tujuan yang ingin dicapai bimbingan dan konseling adalah tercapainya perkembangan yang optimal, penyesuaian diri yang baik, penyelesaian masalah yang dihadapi, kemandirian, kesejahteraan dan kebahagian serta kebermaknaan dalam kehidupannya. Dalam kaitannya dengan domain layanan bimbingan dan konseling adalah meliputi pendidikan atau belajar, pribadi, sosial dan karir.
Layanan bimbingan klasikal sangat dibutuhkan siswa-siswa yang tidak mempunyai masalah maupun yang mempunyai masalah dapat terbantu, sehingga mereka dapat belajar dengan baik. Menurut downing ( soetjipto dan kosasai 200: 50 ) tujuan bimbingan di sekolah adalah membanu siswa :
1) mengatasi kesulitan dalam belajarnya, sehingga memperoleh prestasi belajar yang tinggi.
2) mengatasi terjadinya kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan dalam hubungan sosial.
3) mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan kesehatan jasmani.
4) mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan kelanjutan studi.
5) mengatasi kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan perancanaan dan pemilihan jenis pekerjaan setelah mereka lulus
b. Fungsi bimbingan klasikal
layanan bimbingan klasikal mempunyai berbagai fungsi, antara lain sebagai berikut :
1) dapat terjadinya interaksi sehingga saling mengenal antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan peserta didik atau konseli
2) dapat terjalinnya hubungan emosional antara guru bimbingan dan konseling dengan peserta didik sehingga akan terciptanya hubungan – hubungan yang bersifat mendidik dan membimbing.
3) dapat terciptanya keteladanan dari guru bimbingan dan konseling bagi peserta didik yng dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan sikap dan perilaku lebih baik pada peserta didik.
4) dapat sebagai wadah atau adanya media terjadinya komunikasi langsung antara guru bimbingan konseling dengan peserta didik, khusus bagi peserta didik dapat menyampaikan permasalahan kelas atau pribadi atau curhat di kelas.
5) dapat terjadinya kesempatan bagi guru bimbingan konseling melakukan tatap muka, wawancara dan observasi terhadap kondisi peserta didik dan suasana belajar di kelas.
6) sebagai upaya pemahaman terhadap peserta didik dan upaya pencegahan, penyembuhan, perbaikan, pemeliharaan, dan pengembangan pikiran, perasaan, dan kehendak serta prilaku peserta didik.
4. Materi layanan bimbingan klasikal
materi layanan bimbingan klasikal menurut widyantoro ( miqdad 200 : 14 ) materi pemahaman bahaya seks bebas perlu ditekankan adalah sebagai berikut :
a. Proses pertumbuhan anak-anak menuju dewasa, termasuk pertumbuhan organ-organ seksualnya.
B. Segi etika dan prilaku seksual, peran sosial dari laki-laki dan wanita serta tanggung jawab masing-masing baik sebelum maupun sesudah perkawinan.
Berdasarkan pendapat di atas makan dapat dismpulkan bahwa materi layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya prilaku seks bebas merupakan materi yang berkaitan dengan pengetahuan tentang perubahan-perubahan pola pikir seorang remaja terhadap seks dan bahaya seks bebas.
Daftar pustaka:
Amti, erman. 1992. Bimbingan dan konseling. Jakarta : dep.dik.bud: p.t. proyek pembinaan pendidikan.
Abdul gani, ruslan. (2000). Diagnostik kesulitan belajar, remedial, dan. Bimbingan konseling: tidak diterbitkan.
Dirjen diknas, bimbingan dan konseling 2004: jakarta. Djumhur i. Dan moh. Surya. 1975. Bimbingan dan penyuluhan di sekolah.
Bagikan artikel ini :


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda