Kamis, 08 Agustus 2013

Konsep bimbingan konseling belajar

aPengertian Bimbingan

1) Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya” (Frank Parson ,1951).
2) Frank Parson merumuskan pengertian bimbingan dalam beberapa aspek yakni
bimbingan diberikan kepada individu untuk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalam jabatan. Pengertian ini masih sangat spesifik yang berorientasi karir.
3) Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri (Chiskolm,1959).
Dapat disimpulakan bimbingan adalah
Suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat”
b. Pengertian Konseling
Konseling berasal dari bahasa latin consillium berrarti dengan atau bersama yang dirangkai dengan menerima atau memahami. Sedangkan dalam bahasa anglosaxon istilah konseling berasal dari istilah sellan yang berarti menyerahakan atau menyampaikan. Sebagaimana istilah bimbingan, istilah konseling juga mengalami perkembangan dan perubahan. Menurut para ahli konseling adalah;
1) Jones, 1951, konseling terdiri atas pengungkapan atau data tentang siswa serta pengarahan kepada siswa untuk dapat mengatasi masalah-masaalah yang dihadapinya, Bantuan itu diberikan secara langsung kepada siswa, Tujuan konseling adalah agar siswa dapat mengalami perkembangan yang semakin maju dan baik.
2) Mclean dalam sherter & stone 1974, Konseling merupakan suatu proses pemberian bantuan, Dilakukan dalam suasana hubungan tatap muka, Individu yang dikonseling adalah individu yang sedang mengalami gangguan atau masalah.,Dilakukan oleh orang yang ahli (profesional) yaitu orang yang terlatih baik dan telah memiliki pengalaman, Bertujuan untuk mengatasi suatu masalah atau gangguan.
Berdasarkan pendapat dari para ahli diatas maka dapat disimpulkan secara singkat pengertian konseling yaitu: proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konsleing oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (klien) yang bermuara pada teratasinya masalah klien.
c.         Pengertian belajar
Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar. Lantas, apa sesungguhnya belajar itu ?
1)        Moh. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.
2)        Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.
3)        Jung , (1968) mendefinisikan bahwa belajar adalah suatu proses dimana tingkah laku dari suatu organisme dimodifikasi oleh pengalaman.
Dapat disimpulkan bahwa pelayanan bimbingan belajar adalah untuk membantu murid-murid yang mengalami masalah didalam memasuki proses belajar dan situasi belajar yang dihadapinya. Materi kegiatan layanan bimbingan belajar meliputi:
a.         Mengembangakan pemahaman tentang diri terutama pemahaman sikap,  sifat, kebiasaan, bakat, minat, kekuatan-kekuatan dan penyalurannya, kelemahan-kelemahannya dan penanggulangannya dan usaha-usaha pencapaian cita-cita/ perencanaan masa depan.
b.        Mengembaangkan kemampuan berkomunikasi, bertingkahlaku dalam hubungan sosial dengan teman sebaya, guru, dan masyarakat luas.
c.         Mengembangkan sikap dan kebiasaan dalam disiplin belajar dan berlatih secra efektif dan  efisien.
d.        Teknik penguassaan materi pelajaran, baik ilmu pengetahuan teknologi, dan kesenian.
e.         Meembantu memantapkan pilihan karir yang hendak dikembangkan melalui orientasi dan informasi karier, orientasi dan informasi dunia kerja dan perguruan tinggi yang sesuai  dengan karier yang hendak dikembangkan.

2.       Prinsip efisiensi dalam belajar
Ada beberapa prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
a.         Belajar memerlukan dorongan atau motivasi
b.        Belajar memerlukan pemusatan perhatian pada hal-hal yang sedang dipelajari
c.         Berusaha untuk lebih mengerti terlebih dahulu sebelum dihafal
d.        Sering mengulang hal-hal yang telah dipelajari
e.         Yakinkan bahwa yang setiap dipelajari akan berguna nantinya
f.         Yakinkan bahwa hal-hal yang telah dipelajari dapat dimanfaatkan untuk mempelajari yang lain (transfer pengetahuan)
g.        Belajar dengan ekspresi (mengutarakan kembali dengan bahasa sendiri)

3.       Bimbingan prestasi belajar dengan intelegensi
Ada beberapa pendapat tentang inteligensi, diantaranya adalah:
1.    Claparade dan Stern mengatakan inteligensi adalah “kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru
2.    K. Buhler, mengatakan inteligensi adalah “perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian
3.    David Wechsler, mengatakan bahwa “kapasitas untuk mengerti lingkungan dan kemampuan akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya” Pada kesempatan lain ia mengatakan “kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif”.
Dari definisi-definisi di atas kita dapat menarik kesimpulan yang menjelaskan ciri-ciri inteligensi:
1)        Inteligensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
2)        Inteligensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul dari padanya. .
Beberapa prinsip penerapan teori belajar ini adalah:
1.        Belajar itu berdasarkan keseluruhan
Teori Gestalt menganggap bahwa keseluruhan itu lebih memiliki makna dari bagian-bagian. Bagian-bagian hanya berarti apabila ada dalam keseluruhan. Makna dari prinsip ini adalah bahwa pembelajaran itu bukanlah berangkat dari fakta-fakta, akan tetapi mesti berangkat dari suatu masalah. Melalui masalah itu siswa dapat mempelajari fakta.
2.        Anak yang belajar merupakan keseluruhan
3.        Prinsip ini mengandung pengertian bahwa membelajarkan anak itu bukanlah hanya mengembangkan intelektual saja, akan tetapi mengembangkan pribadi anak seutuhnya. Oleh karenanya mengajar itu bukanlah menumpuk memori anak dengan fakta-fakta yang lepas-lepas, tetapi mengembangkan keseluruhan potensi yang ada dalam diri anak
4.        Belajar berkat insight
Telah dijelaskan bahwa insight adalah pemahaman terhadap hubungan antar bagian di dalam suatu situasi permasalahan. Dengan demikian, belajar itu akan terjadi manakala dihadapkan kepada suatu persoalan yang harus dipecahkan. Belajar bukanlah menghafal fakta.
5.        Belajar berdasarkan pengalaman
Pengalaman adalah kejadian yang dapat memberikan arti dan makna kehidupan setiap perilaku individu.
4.       Faktor-faktor yang harus diperhatikan di dalam belajar
Agar dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya, haruslah diperhatikan faktor-faktor yang terdapat di dalam belajar itu. Di dalam belajar akan didapati adanya:
a.         Faktor Anak/Individu
Faktor individu merupakan faktor paling penting. Anak jadi belajar atau tidak adalah tergantung pada anak itu sendiri. Individu terbentuk dari fisik dan psikis yang masing-masing tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Satu dengan lainnya saling mempengaruhi. Ini berarti kalau ada gangguan baik dalam segi fisik maupun psikis, hal tersebut akan berpengaruh terhadap prestasi belajar anak.
b.        Faktor Fisik
Ini berhubungan erat dengan soal kesehatan fisik. Untuk menjaga kesehaan badan perlu ada aktivitas fisik (bergerak badan) sebagai selingan belajar untuk menjaga agar badan selalu dalam kondisi yang baik. Berhubung dengan hal tersebut maka apabila terasa ada gangguan fisik maka harus segera mendapatkan perhatian.
c.         Faktor Psikis
Bahwa individu harus mempunyai kesiapan mental (mental set) untuk menghadapi tugas. Kesiapan mental (mental set) ini sangat mempengaruhi motif, minat, perhatian, konsentrasi dan sebagainya.
1)        Motif
Apabila anak mempunyai motif yang cukup kuat untuk belajar, maka ia akan berusah agar dapat belajar dengan sebaik-baiknya. Motif ini akan cukup kuat apabila individu mempunyai kesadaran akan makna serta tujuan dari apa yang harus dilakukannya.
2)        Minat
Apabila anak telah mempunyai minat maka akan mendorong individu untuk berbuat sesuai dengan minatnya.
3)        Natural Curiosity
keinginan untuk mengetahui sacara alami. Kalau dalam diri anak sudah terselip rasa ingin tahu, ini berarti bahwa anak memiliki dorongan atau motif untuk mengetahui apa hakikat dari mata pelajaran yang dipelajari itu.
4)        Intelegensi
Faktor ini akan turut menentukan taktik atau cara apa yang diambil di dalan menghadapi materi yang harus dipelajari. Belajar dengan pengertian akan jauh berbeda hasilnya apabila tanpa pengertian, dan pengertian ini erat hubungannya dengan intelegensi.
5)        Ingatan
Tujuan belajar ialah agar apa yang dipelajari itu tetap tinggal dalam ingatan. Karenanya perlu adanya pengulangan dari apa yang telah pernah dipelajari. Makin sering apa yang dipelajari itu ditimbulkan di atas ambang kesadaran maka akan semakin baiklah meteri itu tetap tinggal dalam ingatan.
6)        Faktor Lingkungan
Dalam proses belajar, faktor lingkungan juga memegang peran penting. Pengertian lingkungan di sini adalah termasuk peralatan. Oleh karenanya hal ini harus mendaparkan perhatian sebaik-baiknya. Faktor lingkungan ini berhubungan dengan:
a)        Tempat
Tempat belajar yang baik adalah merupakan tempat yang tersendiri, yang terang, warna dindingnya sebaiknya jangan yang tajam dan mencolok, dan dalam ruangan jangan sampai ada hal-hal yang dapat mengganggu perhatian. Perlu pula diperhatikan tentang penerangan yang harus cukup dan ventilasi udara pun perlu diperhatikan dengan sebaik-baiknya.
b)        Alat-alat untuk Belajar
Belajar tidak dapat berjalan dengan baik bilamana tanpa alat-alat yang cukup. Semakin lengkap alatnya maka akan semakin mudah untuk belajar sebaik-baiknya.
7)      Faktor Bahan yang harus Dipelajari
Bahan yang dipelajari akan menentukan cara arau metode belajar apa yang akan ditempuh. Hal ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
a)        Pada umumnya belajar dengan cara keseluruhan lebih baik daripada belajar secara bagian-bagian.
b)        Sebagian waktu belajar disediakan untuk melakukan ulangan. Ulangan ini digunakan untuk mengecek sampai di mana bahan yang dipelajari itu tinggal dalam ingatan.
c)        Atas apa yang dipelajari hendaknya diadakan ulangan sekerap mungkin. Makin sering diulang maka akan makin baik tinggal dalam ingatan.
d)       Di dalam mengulangi bahan pelalaran hendaknya dipakai spaced repetition, yaitu mengulangi dengan waktu tenggang. Umumya mengulangi dengan spaced repetition itu lebih baik hasilnya daripada dengan massed repetition. Pada spaced repetition, anak mempunyai energi baru setelah istirahat sebentar.

Bagikan artikel ini :


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda